HIMPUNAN DAN OPERASI BINER
Sebuah himpunan adalah kumpulan obyek atau
simbol yang memiliki sifat yang sama. Anggota himpunan disebut elemen.
Contoh 1.1.
D
himpunan nama hari dalam satu minggu.
M
himpunan mahasiswa jurusan teknik informatika di Universitas Gunadarma.
N himpunan bilangan asli. ð
Sebuah himpunan dapat dinyatakan dalam
bentuk daftar anggota (bentuk pendaftaran) atau dengan menyebutkan sifat yang
dimiliki oleh semua anggota (bentuk pencirian).
Contoh 1.2.
D = {
Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu }
= { x | x nama hari dalam satu minggu } ð
Himpunan P disebut himpunan bagian
(subset) dari himpunan Q, jika setiap anggota P merupakan anggota Q. Hubungan
antara P dan Q tersebut dapat ditulis sebagai
P Ì Q.
Dengan cara lain, hubungan antara P dan Q tersebut dapat ditulis sebagai Q É P dan dibaca Q
superset dari P
atau P terdapat di dalam Q .
Contoh 1.3.
Mahasiswa
tingkat dua dari jurusan teknik informatika di Universitas Gunadarma merupakan
anggota dari himpunan M pada contoh 1.1 di atas. Jika P merupakan himpunan
mahasiswa tingkat dua tersebut, maka P
merupakan himpunan bagian dari himpunan M dan ditulis sebagai P Ì M. Dapat pula ditulis sebagai M É P dan dibaca M superset dari P . ð
Dua himpunan dikatakan saling lepas (disjoint)
jika mereka tidak memiliki anggota bersama.
Contoh 1.4.
Himpunan
mahasiswa S1 Universitas Gunadarma dan
himpunan dosen S1
Universitas Gunadarma
merupakan himpunan yang saling lepas. ð
Himpunan kosong adalah
himpunan yang tidak memiliki anggota dan dinyatakan sebagai {
} atau Æ .
Contoh 1.5.
A =
{ x | x bilangan asli dan x < 1 } = Æ. ð
Dalam rangka menyelidiki hubungan
antara beberapa himpunan, seringkali dibutuhkan pendefinisian sebuah himpunan
yang disebut himpunan semesta. Himpunan-himpunan lain yang dibicarakan
merupakan himpunan bagian dari himpunan semesta tersebut. Himpunan semesta
biasanya dinyatakan sebagai himpunan
S atau U .
Contoh 1.6.
Himpunan
bilangan riil R merupakan semesta dari himpunan bilangan
asli N dan himpunan bilangan bulat Z . ð
Dua buah himpunan
dikatakan sama jika keduanya memiliki anggota yang benar-benar sama.
Contoh 1.7.
{ x | x + 2 = 4 } = { y | 3 y = 6 }. ð
Diagram
Venn biasa digunakan untuk menggambarkan himpunan dan hubungan antar himpunan.
Anggota dari setiap himpunan ditempatkan dalam sebuah bentuk tertutup, biasanya
lingkaran. Himpunan semesta didefinisikan harus mengandung semua himpunan lain
dan biasa digambarkan dengan sebuah segi empat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar